Tips & Trik Hadapi Komentar Negatif Fans Di Media Sosial Versi UEFA Expert
Konsultan media digital UEFA, Kenny MacLeod, memberikan tips kepada setiap klub di Indonesia cara menghadapi netizen dengan baik dan benar di media sosial.
MacLeod menjadi salah satu pembicara yang dihadirkan dalam seminar bertajuk “Digital Marketing And Fans Engagement” yang diinisiasi PSSI pada Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (25/8).
Mengelola akun media sosial klub sepakbola di Indonesia khususnya, memang dibutuhkan sikap ekstra bijak. Diksi atau pemilihan kata bisa menjadi kunci, termasuk saat menghadapi keluhan netizen yang terkadang aneh-aneh.
“Setiap klub pasti menerima komentar negatif dari pengikutnya. Tidak semua harus dibalas. Balas saja yang positif. Titik,” ucap MacLeod.
“Komentar-komentar netizen tersebut bisa dianalisis. Jika relevan, bisa Anda teruskan ke petinggi klub. Itu bisa jadi masukan,” tutur pria asal Inggris itu.
“Jika ada pemain yang melakukan tindakan negatif misalnya, jangan malu untuk minta maaf. Beri tahu netizen apa yang dilakukan sang pemain tidak merepresentasikan klub. Siarkan rilis pers,” kata dia.
“Selanjunya, lakukan komunikasi dengan manajemen klub untuk mengubah perilaku sang pemain. Buat kesan klub Anda dekat dengan semua pemangku kepentingan,” pungkasnya.
Menilik catatan MacLeod, di Indonesia, Persib Bandung masih menjadi klub paling populer di media sosial. Persija Jakarta di urutan kedua, yang diikuti oleh Arema FC, Sriwijaya FC, serta Bali United yang menempati peringkat ketiga, keempat dan kelima.